PKS Disusupi Caleg Gadungan

>> Sabtu, 28 Februari 2009

Jakarta - Nama Syarif Maulana Komarudin tengah terkenal di kalangan DPW PKS DIY. Spanduk pencalegannya dengan bendera PKS tersebar di negeri Sultan Hamengku Buwono X tersebut. Siapa sangka dia hanyalah caleg gadungan.


Caleg PKS gadungan pria bernama Syarief Maulana tersebut, terungkap berkat laporan seorang ibu yang sudah agak sepuh ke kantor DPW PKS DIY pada Sabtu, 7 Februari 2009. Dia mengklarifikasi terkait sebuah stiker.


Pada sisi kanan stiker berukuran 5 x 18,5 cm tersebut terpajang foto seorang bapak muda berbaju koko memakai jas hitam dan berpeci hitam, sementara di sisi kanannya dicantumkan lambang PKS lengkap dengan nomor 8 di atas. Di tengah, terdapat tulisan terkesan sangat meyakinkan: Menuju melangkah pasti satu tujuan, Bersih, Peduli, dan Profesional. Ir. H. Syarief Maulana Komarudin, M.Li, CALEG DPR RI NO URUT 3 DAPIL VII CIREBON.


Mendengar aduan klarifikasi Ibu setengah sepuh tersebut, Wakil Sekretaris III DPW PKS DIY M Ilyas Sunnah, tampak terheran-heran. Kejanggalan mengawang mengingat selama ini proses pencalegan untuk DPR RI di PKS tentu tidak mudah. Demikian tertulis dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM, Rabu (18/2).


Kader tersebut harus telah mengikuti proses pengkaderan hingga minimal mencapai jenjang keempat (kader dewasa). Kader tersebut juga biasanya memiliki prestasi nyata dalam kerja-kerja kepartaian.


Disamping itu, kader tersebut harus dikenal memiliki kredibilitas moral dan kesholehan sosial minimal di kalangan kader PKS. Sementara Syarief Maulana Komaruddin atau Pak Dodik yang pernah tinggal di Kompleks PSIM, Mandhala Kridha, Baciro ini sama sekali tidak dikenal di kalangan PKS Kota Yogyakarta.


Permasalahan ini langsung diklarifikasikan ke DPD PKS Cirebon via telpon. Menurut fungsionaris DPD PKS Cirebon Agung S, nama Syarief Maulana Komarudin juga tidak dikenal di kalangan kader PKS Cirebon. Sementara, dalam pembagian daerah pemilihan, Cirebon bukan Dapil VII, tetapi Dapil VIII.


Hasil pelacakan Agung pada daftar Caleg PKS untuk DPR RI memberi kepastian bahwa orang tersebut caleg gadungan alias caleg palsu. Nama Syarief Maulana Komarudin tidak ada dalam daftar caleg tetap PKS untuk DPR RI. Caleg PKS nomor urut 3 Dapil VIII (Cirebon) Jabar, Drs Karyatin Subiyantoro; sedang Caleg PKS nomor urut 3 Dapil VII Jabar (Karawang-Bekasi), Dra Hj Dwi Setiawati. Lantas siapakah Syarief Maulana?

Fungsionaris PKS terpaksa membentuk tim investigasi untuk menyelidiki Syarif Maulana Komarudin. Pria yang dikenal sebagai penipu itu mengaku sebagai caleg DPR RI dari PKS dengan nomor urut 3 Daerah Pemilihan Cirebon VII. Caleg gadungan pecundangi PKS?


Tim Advokasi Pengurus DPW PKS DIY membentuk Tim Ivestigasi yang bertugas melacak keberadaan Syarief Maulana atau yang dikenal dengan panggolan Dodik. Dari hasil pelacakan Tim Investigasi PKS selama hampir sepekan, didapat informasi bahwa caleg PKS gadungan tersebut ternyata memang sering menipu banyak orang.


Menurut keterangan tertulis tim investigasi DPW PKS Yogyakarta yang diterima INILAH.COM, Jakarta, Rabu (18/2), motif yang digunakan Dodik di antaranya memerankan diri sebagai calo PNS, perantara pengurusan mutasi sepeda motor, perantara pembelian obat alternatif, perantara pengurusan sertifikat, perantara pengaksesan bantuan renovasi pascagempa untuk masjid, dan lain-lain.


Dari hasil pelacakan ke para korban dan ke keluarga korban, diketahui caleg PKS gadungan ini telah melakukan serangkaian aksi penipuan. Sebelum tinggal di Yogya, Dodik pernah tinggal di rumah Widodo di Dusun Karang, Terbah, Pathuk, Gunung Kidul selama dua bulan.


Menurut menurut ibu Widodo, Dodik tidak pernah berani pulang ke rumah Widodo lagi, gara-gara menipu Widodo dan istrinya sebesar Rp 7 juta. Kepada pasangan muda ini Dodik menjanjikan pekerjaan menjadi Pegawai PJKA. Tetapi, janji itu tidak pernah terealisasi, malah uang Widodo dan istri tidak dikembalikan hingga kini.


Dodik ternyata juga pernah menipu warga Kayugerit, Sutrisno, sebesar Rp 1,1 juta dalam kasus pengurusan mutasi sepeda motor. Setelah ditagih berkali-kali, akhirnya uang Sutrisno dikembalikan Rp 900 ribu sedang yang Rp 200 ribu belum dikembalikan.


Bahkan, Dodik juga telah melakukan penipuan terhadap Takmir Masjid Al-Mukminun, Kayugerit, Terbah. Menurut salah seorang pengurum masjid Rambadi, Takmir Masjid Al-Mukminun telah ditipu Rp 3 juta.


"Katanya untuk biaya pengaksesan bantuan (ke Jakarta) untuk renovasi pascagempa masjid tersebut," ujar Ketua Tim Advokasi DPW PKS DIY, Suprih Hidayat. Dan daftar 'kejahatan' Dodik masih panjang lagi.


Tim Advokasi DPW PKS DIY menyimpulkan bahwa menipu telah menjadi 'profesi utama' dan 'gaya hidup' caleg gadungan tersebut. Pengakuan Dodik sebagai caleg PKS untuk DPR RI Dapil Cirebon baik secara lisan, dengan stiker, atau dengan foto pencalegan di mobil yang dikendarainya telah dimanfatkan oleh Pak Dodik untuk mengangkat citra diri, mengkamuflase dan menutupi kebusukan perilakunya.


"Dan itu dipergunakan sebagai kartu berkelit ketika Pak Dodik ditanggih untuk mengembalikan uang dari para korbannya," ujar Suprih dalam siaran persnya. [ana]
Prev: Caleg Perempuan PKS Dibekali

0 komentar:

SARAN KEADILAN

  © bintang_keadilan designed by DIARY AKTIVIS@2009:PKS MENANG DA'WAH GEMILANG

Back to TOP