walimatul ursy ( NUNUNG.P dan DWI.H )

>> Sabtu, 12 Desember 2009

alhamdulillah telah menikah akhwat tangguh " NUNUNG .P " dan ikhwan tangguh " DWI.H "
semoga kita berdua menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah.... amin... pada tanggal 6 desember 2009 hari ahad. doakan kami semoga alloh swt memberikan banyak keberkahan pada pernikahan kami... amin.... love... ( dwi & nu2ng )

Read more...

RIHLAH MENYAMBUNG UKHUWAH...... :)

>> Sabtu, 13 Juni 2009

ya alloh sesungguhnya engkau telah mengetahui bahwa hati2 ini telah mengikat janji setia untuk komitmen dalam menjalankan syariat mu, maka eratkanlah ikatan nya ya alloh kekalkan kemesraan antara hati2 ini.... amin.









\













































semoga foto2 ini bisa menyemangati teman2 kita untuk rihlah... agar mempunyai semanggat baru dalam mengarungi perjuangan da'wah amin... " semangatt!! "

Read more...

PKS Luruskan Penolakan Terhadap Boediono

>> Sabtu, 16 Mei 2009

Seharusnya, sebelum memutuskan calon pendampingnya, baik SBY maupun Partai Demokrat berkomunikasi terlebih dahulu dengan mitra koalisi. Ini kan tidak. Bagaimana kami menjelaskan kepada konstituen PKS jika ikut koalisi di situ?”



Riliskan!com–Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meluruskan isu yang berkembang mengenai penolakan partai dakwah ini atas pilihan Boediono sebagai cawapres pendamping Susilo Bambang Yudhoyono.

Sekjen DPP PKS Anis Matta menyatakan bahwa hak memilih calon pendamping memang ada di tangan SBY dan Partai Demokrat yang memiliki suara besar dalam pemilu legislatif lalu. PKS, katanya, tidak keberatan. Namun, menurutnya, cara penentuan cawapres tersebut mengindahkan komunikasi politik yang baik.

“Seharusnya, sebelum memutuskan calon pendampingnya, baik SBY maupun Partai Demokrat berkomunikasi terlebih dahulu dengan mitra koalisi. Ini kan tidak. Bagaimana kami menjelaskan kepada konstituen PKS jika ikut koalisi di situ?” tanya Anis dalam jumpa pers di ruang rapat pimpinan FKPS DPR, Kamis (14/5).

Saat ditanya apakah PKS akan tetap berkoalisi dengan Demokrat atau ke kandidat yang lain, seperti JK-Wiranto, Anis menyerahkan pada pemegang otoritas, yakni Majelis Syuro PKS. Kesepakatan berkoalisi, menurutnya, dibangun bukan untuk jangka pendek. Salah satu prinsipnya, katanya, adalah pola komunikasi yang hendak dibangun sebagai dasar yang kokoh dan solid dalam berkoalisi. (sal)

http://www.riliskan.com/pks-luruskan-penolakan-terhadap-boediono.html

Read more...

Yudhoyono Jelaskan Langsung Prihal Boediono ke PKS

Kamis malam (14/5) kemarin, Ketua Umum Partai Demokrat Hadi utomo, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dan Mensesneg Hatta Rajasa yang merupakan utusan khusus Yudhoyono telah bertemu dengan pimpinan PKS.


Manado (ANTARA) - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan memberikan penjelasan langsung kepada pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengenai alasan pemilihan Boediono sebagai cawapres yang akan mendampinginya pada Pemilihan Presiden Juli nanti.

"Tampaknya teman-teman PKS menginginkan adanya penjelasan lebih lanjut dan langsung dari Pak Yudhoyono. Dan mudah-mudahan nanti akan bertemu, sehingga mendapatkan penjelasan lebih lanjut," kata Ketua Departemen SDM Partai Demokrat Andi Malarangeng di Manado, Jumat.


Andi tidak menjelaskan kapan pertemuan akan dilakukan, namun diperkirakan dilakukan di Jakarta setelah Yudhoyono kembali dari Manado siang ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung untuk pendeklarasian capres dan cawapres dari Partai Demokrat.

Andi menjelaskan, Kamis malam (14/5) kemarin, Ketua Umum Partai Demokrat Hadi utomo, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dan Mensesneg Hatta Rajasa yang merupakan utusan khusus Yudhoyono telah bertemu dengan pimpinan PKS.

"Kalau memang memerlukan penjelasan lebih lanjut dalam konteks langsung dari Yudhoyono itu juga bisa dilakukan. Kita harap bahwa dengan penjelasan itu persoalannya bisa selesai, bisa diterima. Dan kita bisa sama-sama melakukan deklarasi di Bandung," katanya.

Menurut Andi, sebenarnya penjelasan mengenai alasan pemilihan Boediono sebagai cawapres dari Partai Demokrat sudah disampaikan Partai Demokrat kepada pimpinan PKS melalui telepon karena Yudhoyono memang belum sempat mengagendakan pertemuan langsung mengingat kesibukannya sebagai presiden.

Andi mengungkapkan, Partai Demokrat sudah mengirim undangan resmi kepada pimpinan PKS guna menghadiri acara deklarasi capres dan cawapres Partai Demokrat yang akan dilakukan di Bandung Jumat malam ini.

Sebelumnya, PKS yang bersama PPP, PAN dan PKB menjadi mitra koaliasi Partai Demokrat, melontarkan reaksi paling keras setelah mengetahui Yudhoyono memilih Gubernur Bank Indonesia Boediono sebagai cawapresnya.

PKS menganggap penunjukkan Boediono sama sekali tidak dikomunikasikan dengan partainya dan merasa bahwa pilihan atas Boediono tidak cocok dengan keinginan PKS yang mengharapkan cawapres berasal dari parpol Islam dan bisa memenuhi keinginan umat.

Sementara parpol mitra koalisi lain, menurut Andi sudah bisa memahami alasan penetapan Boediono sebagai cawapres.

"Parpol lain termasuk PPP juga sudah kami bisa beri penjelasan dan bisa menerima penjelasan itu, dan bisa mendukung," jaminnya.

Sedangkan mengenai rencana koalisi dengan PDIP, Andi mengatakan belum ada keputusan yang jelas karena sampai sekarang masih terus dilakukan komunikasi antara kedua partai. (*)

Read more...

Ada Nuansa Insinuasi dalam Tuduhan Keterlibatan Rama

>> Jumat, 20 Maret 2009


Jakarta (18/3)- Tuduhan keterlibatan Rama Pratama dalam kasus dugaan korupsi pembangunana dermaga dan pelabuhan di kawasan Indonesia Timur bernuansa insinuatif. Hal itu bisa saja dikaitkan dengan persaingan partai politik dalam masa kampanye terbuka di Pemilu 2009. “Saya mencium aroma (inisinuasi) itu dan menyayangkan pernyataan Pak Hadi Djamal,” ujar Rama. Seperti diberitakan di beberapa media, konon Abdul Hadi Djamal, anggota Fraksi PAN menyebut nama Rama Pratama dengan alasan selama ini PKS mengklaim dirinya bersih.

Rama Pratama yang sejak awal oleh Fraksi ditugaskan di Panitia Anggaran DPR menyatakan tidak pernah mengetahui, apalagi menghadiri, pertemuan di Hotel Ritz Carlton seperti dikatakan terdakwa Abdul Hadi Djamal, anggota Panitia Anggaran DPR yang juga anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut. Rama menyebutkan, soal anggaran dana stimulus dibahas oleh seluruh anggota Panitia Anggaran yang berasal dari seluruh fraksi di DPR. Kenaikan dana stimulus dibahas dan disepakati bersamaan dengan kenaikan atau pencoretan program yang diajukan oleh pemerintah. “Saya juga tidak secara detil mengetahui anggaran per program dari dana stimulus tersebut, apalagi soal pembangunan dermaga yang tidak ada kaitannya dengan tugas saya di Komisi XI,” tutur Rama lagi.

Sebagai bagian dari korps yang menginginkan terwujudnya DPR bersih, Rama bersedia bekerjasama dengan pihak KPK ataupun Badan Kehormatan DPR untuk mengklarifikasi tuduhan tersebut. “Sebagai langkah awal, saya telah memberikan klarifikasi ke fraksi dan partai, dan partai memberikan dukungan penuh kepada saya,” ujar Rama. Menurutnya, PKS juga akan mempertimbangkan langkah hukum atas lontaran tersangka Abdul Hadi Djamal yang bernuansa insinuatif ini.

Akhirnya, Rama meminta seluruh pihak untuk menaati proses hukum yang berlangsung. Hingga saat ini KPK belum mengeluarkan pernyataan tentang keterlibatan pihak-pihak di luar tiga orang yang ditangkap tangan. “Semua pihak mesti lebih berhati-hati mengeluarkan pernyataan dimasa kampanye seperti ini, jangan cederai pihak-pihak yang tidak terkait untuk sekedar menjatuhkan peserta pemilu lain,” ujar Rama. Secara pribadi, meski merasa terganggu dengan pemberitaan ini, namun Rama menyatakan tidak terpengaruh dalam upayanya untuk memenangkan PKS di daerah pemilihannya di Jakarta Timur. Ia meyakini masyarakat cukup dewasa untuk segera mendapatkan pemberitaan yang benar dan rasional.
SMS Center
Arsip Siaran Pers

* Ada Nuansa Insinuasi dalam Tuduhan Keterlibatan Rama
* Orientasi Pengurus DPP KNPI: Menguatkan Peran Pemuda Dalam Menerima Tongkat Estafet Kepemimpinan Bangsa
* Pengampunan Hukum Pengemplang BLBI Menyinggung Rasa Keadilan
* Sembilan Langkah Pengamanan APBN 2008 Sulit Diimplementasikan
* Asumsi Inflasi 6,5% Tahun 2008 Diragukan
* Saatnya DPR Mulai Menseriusi Proses Pembentukan OJK
* Rama: PP Tentang Cost Recovery Harus Segera Diselesaikan
* Membenahi Anggaran Pendidikan
* Arsip Lainnya...

Copyright © 2004 - 2008 RamaPratama.Com

Read more...

Somasi Untuk Abdul Hadi Jamal


Sehubungan dengan tuduhan Saudara kepada klien kami atas keterlibatannya dalam kasus suap dana stimulus proyek pengembangan fasilitas dermaga dan bandara di Indonesia Timur, dengan ini kami menyampaikan teguran Hukum (Somasi) dengan terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut :

1. Bahwa tindakan saudara berupa ucapan-ucapan dan perkataan-perkataaan saudara tentang adanya keterlibatan atau setidak-tidaknya hubungan antara klien dengan perbuatan saudara yang saat ini tengah disidik oleh Komisi Pembrantasan Korupsi RI, antara lain sbb: “Ia menyatakan hal itu setelah diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di kantor Komisi semalam. Menurut Hadi Djamal, Jhonny dan Rama ikut hadir dalam pertemuan di Hotel Ritz Carlton guna membahas kenaikan anggaran dana stimulus proyek pengembangan fasilitas laut dan udara wilayah Indonesia timur 2009.“

”Menurut Hadi, dalam pertemuan itu Rama Pratama disebut sebagai yang mengajukan inisiatif kenaikan anggaran dana stimulus dari Rp 10,2 triliun menjadi Rp 12,2 triliun. Saat ditanyai kenapa yang disebut dari Fraksi PKS, Hadi menyatakan, "Karena selama ini mereka mengklaim dirinya bersih."

(Sumber: Koran Tempo tanggal 18 Maret 2009 halaman muka )

2. Bahwa Kami menolak dengan tegas dan sangat berkeberatan dengan ucapan - ucapan saudara tersebut di atas yang saudara sampaikan kepada para wartawan sehingga dilansir oleh berbagai media massa yang kemudian menjadi pemberitaan di masyarakat luas.

3. Kami menolak dengan tegas tentang pernyataan saudara tentang Klien ikut hadir dalam pertemuan di Hotel Ritz Carlton. Bahwa yang sebenarnya SAYA TIDAK PERNAH MENGHADIRI RAPAT ATAU PERTEMUAN APAPUN DI HOTEL RITZ CARLTON yang berkaitan dengan pembahasan anggaran dana stimulus proyek fasilitas laut dan udara wilayah Indonesia Timur 2009 yang dihadiri oleh nama-nama yang saudara sebutkan, apalagi dinyatakan Klien sebagai inisitator kenaikan anggaran dana stimulus dari Rp 10,2 triliun menjadi Rp 12,2 triliun. UCAPAN-UCAPAN SAUDARA TERSEBUT JAUH DARI KEBENARAN DAN PENUH DENGAN KEBOHONGAN-KEBOHONGAN.

Saya tegaskan Klien tidak ikut serta dalam pertemuan informal di Ritz Carlton, tersebut dengan demikian bagaimana mungkin saudara menghubung-hubungkan Klien dalam tindakan saudara tersebut.

Akibat ucapan atau pernyataan saudara tersebut telah menjatuhkan martabat dan telah mencemarkan nama baik Klien dan seluruh keluarga Klien.

4. Klien selaku anggota fraksi PKS juga menolak dengan tegas tentang ucapan saudara atas suatu pertanyaan mengapa yang disebut dari Fraksi PKS dan saudara jawab karena selama ini mereka mengklaim dirinya bersih.

Bahwa saudara sebagai Anggota DPR jelas mengetahui semua fraksi di DPR terlibat dalam pembahasan kebijakan stimulus sektor rill sesuai dengan tugas panitia anggaran. Artinya PKS bukanlah partai yang signifikan untuk disebut atau dikait-kaitkan dalam perkara saudara.

Dengan demikian ucapan-ucapan saudara di atas kami lihat sebagai rangkaian ucapan yang insinuatif kepada PKS. Saudara dengan mengucapkannya secara sengaja kepada wartawan jelas-jelas berupaya untuk menyebarkan kebencian terhadap PKS di masyarakat.

Akibat ucapan-ucapan saudara tersebut menjatuhkan martabat PKS dan mencemarkan nama baik PKS dimasyarakat luas.

Berdasarkan hal-hal tersebut melalui surat ini Kami meminta kepada saudara dalam waktu 2 x 24 (dua kali dua puluh empat) Jam terhitung sejak surat somasi ini diterima pihak saudara untuk mencabut ucapan-ucapan/perkataan saudara di atas dihadapan masyarakat luas baik lewat media cetak maupun elektronik.

Apabila Saudara tidak mengindahkan surat kami ini, maka kami akan mengajukan gugatan perdata atas ganti kerugian baik materiil maupun immaterial yang kami derita akibat ucapan saudara dan mengajukan laporan ke Markas Besar POLRI atas tindakan pidana berdasarkan pasal 310 dan atau 311 KUHP.

Demikianlah kami sampaikan atas perhatiannya kami ucapakan terimakasih.

Hormat kami,
TIM PEMBELA HUKUM

Read more...

Wali Kota Depok Hadiri Kampanye PKS

>> Kamis, 19 Maret 2009


Kamis, 19 Maret 2009 | 15:01 WIB

TEMPO Interaktif, Depok: Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, turut hadir dalam kampanye terbuka Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang digelar di lapangan Irekap, Jatimulya, Sukmajaya, Kamis (19/3). Kehadiran Nur Mahmudi dalam kampanye tersebut karena memenuhi undangan dari PKS.

"Kedatangan Pak Wali karena memenuhi undangan, bukan sebagai jurkam," jelas Kasubag Infokom, Fahmi Ardiansyah, di sela-sela kampanye.

Sebelumnya, Nur Mahmudi mengatakan dirinya tidak mengambil cuti untuk berkampanye menjelang pemilihan legislatif. Pasalnya, tugasnya sebagai wali kota tidak memungkinkannya untuk mengambil cuti.

Selain itu, ia mempercayakan kader-kader PKS untuk menjadi jurkam. "Saya lebih baik menjadi pengawas saja", jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Depok, Mujthid Rahman Yadi, mengatakan pihaknya tidak pernah menjadwalkan Nur Mahmudi untuk menjadi jurkam.

Massa PKS di Depok merupakan yang terbesar se-Jawa Barat. Dalam pemilihan legislatif kali ini, PKS mentargetkan meraih 60 persen suara di Depok. Dalam kampanye terbuka kali ini hadir pula Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

TIA HAPSARI

Read more...

Perempuan & Politik

>> Kamis, 05 Maret 2009


Selama ini dunia politik identik dengan dunianya kaum laki-laki. Seolah menjadi suatu yang tidak lazim bagi kaum perempuan. Dikarenakan pandangan demikian itulah maka kemudian politik menjadi sesuatu yang tabu bagi kaum perempuan.

Jadilah kemudian seperti yang selama ini kita saksikan, bidang politik yang selama ini dikuasai kaum laki-laki menjelma menjadi arena baku hantam dan budaya kekerasan.

Betapa kita lihat di beberapa DPRD, anggota dewan saling beradu jotos dengan anggota dewan yang lain ketika ada selisih pendapat. Sebuah perilaku yang tidak patut dicontoh.

Disisi lain, kepentingan kaum perempuan sering tidak terperhatikan. Banyak hal berkaitan dengan kaum perempuan yang semestinya mendapatkan prioritas penyelesaian akhirnya luput.

Padahal dilihat dari komposisi jumlah penduduk di Indonesia khususnya DKI Jakarta, penduduk perempuan lebih besar daripada penduduk laki-laki. Akan tetapi, ketiadaan keterwakilan kaum perempuan di lembaga Legislatif (DPR dan DPRD) maupun Eksekutif mengakibatkan persoalan kaum perempuan tidak mendapatkan prioritas penyelesaian.

Melihat kondisi yang demikian maka menjadi kebutuhan yang mendesak untuk semakin memperbesar keterwakilan perempuan di lembaga-lembaga pemerintahan yang ada, terutama di lembaga Legislatif (DPR dan DRPD).

Untuk itulah, Partai Keadilan Sejahtera yang sangat memberikan perhatian pada persoalan kaum perempuan, sangat mendorong adanya keterwakilan kaum perempuan dalam porsi yang besar. Hal ini tidak lain agar penyelesaian persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kaum perempuan lebih mendapatkan porsi penyelesaian yang besar.

Keterwakilan kaum perempuan dalam porsi yang lebih besar ini juga dimaksudkan agar wajah perpolitikan kita menjadi lebih santun dan mengedepankan pertimbangan hati dan moralitas.

Untuk itulah, amanah yang diberikan oleh PKS kepada saya untuk menjadi CAD (Calon Anggota Dewan) DPRD DKI Jakarta Dapil Jakarta Timur dengan no. urut 15, insya Allah akan saya perjuangkan dengan sebaik-baiknya karena Allah SWT, demi kebaikan dan kesejahteraan bersama, serta untuk mewujudkan Jakarta yang lebih bermoral, lebih santun dan mengedepankan pertimbangan hati. Karena hati kita selalu jujur.

Semoga Allah SWT selalu memberikan petunjuk kepada saya dan anda semuanya dan melimpahkan kesejahteraan untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Amiin.

Asih Nugroho

Read more...

QURTIFA WIJAYA CALEG NO URUT 1 DAPIL KEC.SUKMAJAYA

>> Minggu, 01 Maret 2009


Beliau pernah menjadi Dosen agama islam(AKA)Akademi kimia analis bogor,pembina mahasiswa program beasiswa best of the best dompet du'afa republika,karyawan lembaga dakwah dan taklim jakarta dan saat ini beliau sebagai anggota DPRD kota depok komisi A. aktivitas nya di partai, ia pernah menjadi sekum DPD PK kota depok , staff kaderisasi DPW PK jabar,bidang kaderisasi DPC PK sukmajaya, ketua IV bidang dakwah DPD PK sejahtera kota depok, ketua fraksi PKS DPRD kota depok dan saat ini beliau diamanahi ketua daerah dakwah IV DPW pks jabar.

Amanah di Dewan
1. Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Depok (2004-2006)
2. Anggota Panitia Musyawarah (Panmus) DPRD Kota Depok (2004- sekarang)
3. Anggota Panitia Anggaran DPRD Kota Depok (2007-sekarang)
4. Anggota Pansus penyusunan Tata Tertib DPRD Kota Depok (2004)
5. Anggota Pansus Penyusunan Perda RPJMD dan RPJPD (2006)
6. Anggota Pansus Penyusunan Perda Bangunan (2007)
7. Anggota Pansus Penyusuanan Perda Kependudukan (2007)
8. Ketua Pansus Penyusunan Perda SOPD serta Perda Pengawasan Pengendalian Minuman Beralkohol (2008)
9. Anggota Pansus Aset (2008-Sekarang)
10. Sekretaris Komisi A DPRD Kota Depok (2004-sekarang)

Kiprah dan Perjuangan

Sebagai anggota DPRD, ada tiga fungsi yang dilaksanakan, yaitu fungsi legislasi, budgeting dan pengsawasan atas kinerja pemerintah kota. Disamping ketiga fungsi tersebut setiap anggota dewan memiliki tanggungjawab sebagai penyambung aspirasi dan harapan publik.

Berikut beberapa kontribusi ide, gagasan serta kiprah yang telah dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Allah SWT, partai serta masyarakat, atas amanah yang diberikan.

1. Mendorong terbentuknya Panitia Legislasi di DPRD Kota Depok.
2. Menginisiasi dan terlibat dalam penyusunan Perda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol.
3. Mendukung pemberantasan perjudian.
4. Mendesak pemerintah kota untuk membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di jalan Margonda.
5. Mendorong penertiban bangunan-bangunan liar tanpa IMB dan bangunan yang menyalahi ketentuan aturan yang berlaku.
6. Mendesak penutupan kios-kios Miras di Baktijaya.
7. Malakukan advokasi proses ajudikasi di Kelurahan Cilodong dan Kelurahan Cisalak.
8. Mendorong pengisian jabatan-jabatan kosong di tingkat kelurahan dan peningkatan pelayanan terhadap masayrakat.
9. Mengusulkan dan memperjuangkan perbaikan infrastruktur jalan yang rusak, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Sukmajaya.
10. Mendorong ditegakkannya netralitas PNS dalam Pilkada dan Pemilu.
11. Mengngatkan KPUD dan Panwas agar mengawasi praktek money politik dalam pemilihan kepala daerah.
12. Mendorong dibangunnya Lembaga Permasyarakatan di Kota Depok karena Lapas Paledang tidak lagi memadai.
13. Mendorong Dispendukcapil untuk melakukan pendataan dan validasi penduduk Kota Depok secara akurat.
14. Mendorong Bagian Kepegawaian untuk membangun sistem database kepegawaian (SIMPEG)
15. Menolak kenaikan tarif PDAM yang dikelola oleh Pemkab Bogor karena sangat memberatkan masyarakat dan PDAM belum memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan.
16. Melakukan advokasi dan mediasi penolakan warga RW 20 Sukamaju terhadap Pembanguna Baching Plant PT. Holcim.
17. Mendorong diwujudkannya reformasi birokrasi di Pemerintahan Kota Depok.
18. Meorong perbaikan sistem pelayanan peridzinan di Kota Depok.
19. Mendukung pemekaran kecamatan di Kota Depok dari 6 menjadi 11 Kecamatan.
20. Mendorong diberlakukannya ketentuan penggratisan pengurusan administrasi kependudukan (KTP dan KK).
21. Mendorong dan mendukung kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Depok.
22. mendorong diterbitkannya SK Walikota terkait penataan dan pemasangan atribut partai politik.
23. Mendorong dilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaan Masa Orientasi Peserta Didik Sekolah (MOPD) yang banyak tidak mendidik.
24. Mendorong dilakukannya perbaikan sistem drainase di Kota Depok.
25. Menolak kenaikan BBM yang dilakukan oleh Pemerintahan SBY.
26. Mendukung pembubarann aliran sesat Ahmadiyah dan mendorong pemerintah Kota Depok untuk menindaklanjuti SKB 3 Menteri.
27. Mendorong dan memperjuangkan kenaikan bantuan keuangan untuk RT dan RW.
28. Advokasi dan mediasi penyelesaian batas wilayah Blok Tengki Kecamatan Limo.
29. Mendorong dilakukannya pembenahan pendataan aset Pemkot Depok.
30. Mendorong pemkot untuk mengantisipasi pohon tumbang di musim hujan dengan melakukan pemangkasan dan peremajaan pohon.
31. Mendorong dibangunnya Perpustakaan Kota dan Gedung Pusdiklat di Kota Depok.
32. Mendorong diterbitkannya SK Walikota tentang penutupan tempat hiburan selama bulan Ramadhan.
33. Mediasi pengajuan bantuan stimulan untuk kegiatan keagamaan dan pembangunan jalan dan gedung.
34. Advokasi dan mediasi penyelesaian penyerahan Fasos Fasum lahan Masjid Ar Riyad Depok II.
35. Advokasi pengurusan peridzinan.
36. Advokasi proses pengurusan sertifikasi tanah dan rumah di BPN.

Read more...

profile Daftar Caleg DPR-RI Dapil DKI Jakarta2


Daftar Caleg DPR-RI Dapil DKI Jakarta2
Mohamad Sohibul Iman
•Tempat Tanggal Lahir: Tasikmalaya 10 Mei 1965 (43 tahun)
•Jenis Kelamin : Laki – laki
•Agama : Islam
•Pekerjaan : Dosen dan Konsultan
•Riwayat pendidikan terakhir :
Universitas Waseda, Tokyo 1992
Universitas Takushoku, Tokyo 1994
•Riwayat Organisasi :
Ketua Yayasan Inovasi Teknologi
Yayasan Pendidikan Nurul Fikri
Pembina Masyarakat Ilmuan dan Teknologi
•Riwayat Pekerjaan
Kasubid Bakorsurtanal 1987 – 1998
Peneliti BPPT, 1998 – 2005
Rektor Univ. Paramadinah 2005 – 2007


Akhmad Faradis
•Tempat tanggal lahir Tegal, 9 September 1964 (44 th)
•Jenis Kelamin : Laki – laki
•Agama :Islam
•Pekerjaan : wiraswasta
•Riwayat Pendidikan Terakhir :
Universitas Indonesia 1992
•Riwayat Organisasi :
Ketua Pelajar Islam Indonesia DPD Tegal 1980 - 1983


Nursanita Nasution
•Tempat tanggal Lahir : Medan, 2 Agustus 1961 (47 th)
•Jenis Kelamin : Perempuan
•Agama : Islam
•Pekerjaan : Anggota DPR RI
•Riwayat Pendidikan :
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 1985
Pasca Sarjana Universitas Indonesia 1990
•Kursus/Diklat :
DSRP, Workshop, DPR
NDI, Workshop, Partisipasi Politik Perempuan
Legal Drafting, PSHK, Jakarta
HIS, Eramus Universitas, Belanda
•Riwayat Organisasi
HMI, Kohati 1984
Kaukus Perempuan Politik Indonesia 2000 – 2005
Sekjen IMWU, 2000 – 2005
DPP MAAI, Ketua Bidang Ekonomi 2007 - 2012
•Riwayat Pekerjaan
Anggota DPR/MPR 2004 - 2009
Dosen UI
Dosen STEI


Fitra Arsil
•Tempat Tangal Lahir : Jakarta 28 Desember 1974 (34 th)
•Jenis Kelamin : laki – laki
•Agama : Islam
•Riwayat Pendidikan Terakhir
Fakultas Hukum UI
Pasca Sarjana FHUI
•Riwayat Organisasi
Sekum Senat Mahasiswa UI
Ketua Umum KAMMI UI 2000
Asosisasi Pengajar Hukum Tata Negara/Hukum Administrasi Negara
•Riwayat Pekerjaan
Dosen Fakultas Hukum UI

Agenda PKS Pancoran

* DPC Pancoran 25 Desember 2008 : Temu Kader Akhwat se-Pancoran
* DPC Pancoran 27 Desember 2008 : Mabit dan Temu Kader Ikhwan se-Pancoran
* DPRa Kalibata 1 Januari 2008 : Bakti Sosial Layanan Kesehatan di RW08
* DPRa Pancoran 4 Januari 2009 : Penyuluhan Kanker Serviks
* DPRa Pengadegan 18 Januari 2009 : Bakti Sosial dan layanan kesehatan di RW04
* DPRa Cikoko 18 Januari 2009 : Pekan Muharram (Baksos, Kesehatan, Santunan)
* DPC Pancoran 18 Januari 2009 : Mabit dan Temu Kader Ikhwan se-Pancoran
* DPRa Kalibata 18 Januari 2009 : Bakti sosial Layanan Kesehatan di RW03
* DPRa Kalibata 25 Januari 2009: Bakti Sosial
* DPRa Pengadegan 25 Januari 2009 : Bakti Sosial dan layanan kesehatan di RW02
* DPC Pancoran 26 Januari 2009 : Gebyar Muharram 1430 H
* DPRa Pengadegan 1 Februari 2009 : Bakti Sosial dan layanan kesehatan di RW06
* DPRa Rawajati 8 Februari 2009 : Baksos Layanan Kesehatan di RW03
* DPC Pancoran 8 Februari 2009 : Temu Kader se-Pancoran
* DPRa Pengadegan 15 Februari 2009 : Bakti Sosial dan layanan kesehatan di RW07
* DPRa Pengadegan 22 Februari 2009 : Bakti Sosial dan layanan kesehatan di RW05
* DPRa Pengadegan 8 maret 2009 : Bakti Sosial dan layanan kesehatan di RW01
* DPRa Pengadegan 22 Maret 2009 : Bakti Sosial dan layanan kesehatan di RW08

Pengurus DPC PKS Pancoran

* Ketua : Rizaludin, ST
* Wakil Ketua : Furqoni Yudistira, ST, MT
* Sekretaris : Iskandar
* Bendahara : Ismail
* Kaderisasi : Prima Kumara, ST
* Jaringan, Pemuda & Olahraga : Ahmad Lukman
* Ekuinbangkesra : Andrian
* Kewanitaan : Ibu Suprihatin

Daftar Blog PKS Pancoran

*
PKS-Pengadegan
Pokoknya Salep
4 hari yang lalu
*
PKS-Kalibata
Ibu Luwih : “Ini Kartu Nama Saya”
1 minggu yang lalu
*
PKS-Rawajati
Tanggal 8 ada Relawan 8
2 minggu yang lalu
*
PKS-Cikoko
Jelang Pemilu, Dauroh Jalan Terus
3 minggu yang lalu
*
PKS-Durentiga
Relawan 8
3 minggu yang lalu
*
PKS-Pancoran
PKS Ngubek – Ubek RW01
5 minggu yang lalu

Read more...

Yang Aslinya Lebih Ganteng


Siang itu, seluruh kader PKS se-Pancoran berkumpul di yayasan insan mandiri untuk menghadiri acara taujih oleh Ust. Ruslan Efendi (Ust. Lani). Tema tausiah hari itu adalah ”Syarat Memperoleh Ampunan”, dalam tausiahnya Ust. Lani berpesan kepada para kader Pancoran bahwa, ”Dakwah adalah tugas yang tidak ringan, masih banyak masyarakat yang membutuhkan dakwah ini”. Acara tausiah yang dimulai dari pukul 14.00 dan berakhir pukul 15.30 ini kemudian dilanjutkan dengan sholat ashar berjamaah. Usai sholat ashar kader mendapatkan briefing dari ketua BPK dan para ketua DPRa. Sore itu para kader akan diterjunkan untuk melakukan jaring aspirasi warga di kelurahan Kalibata dan Rawajati.
Semangat kader pun bertambah ketika Ust. Faradis datang membaur bersama mereka, Ust. Faradis adalah seorang caleg PKS nomor 2 untuk DPR RI dari daerah pemilihan II (Jaksel, Jakpus dan Luar Negeri). Tanpa sungkan – sungkan Ust. Faradis pun turut bersama kader mengunjungi rumah – rumah warga, salah satunya adalah rumah ketua RW10 Kalibata, yaitu Bpk. Uding. ”Kami dari PKS mohon ijin, rekan – rekan kami akan melakukan jaring aspirasi di wilayah bapak” kata Ust. Faradis kepada Pak RW, Pak RW pun mempersilahkan para kader PKS untuk menyapa warganya. Pak RW juga sangat gembira karena ada caleg yang mau turun ke bawah untuk bertemu dengan masyarakat secara langsung. Sepulang dari rumah Pak RW, Ust. Faradis bertemu dengan ibu – ibu yang baru saja di wawancara oleh kader, ”Ternyata yang aslinya lebih ganteng ya” celetuk salah seorang ibu, sambil memegangi kalender bergambar Akhmad Faradis.
Selain Ust. Faradis, ada juga caleg yang lain ikut terjun bersama masyarakat. Ada Ibu Luwih Lestari yang juga turun bareng kader menyapa warga Kalibata, Ibu Luwih saat ini tercatat sebagai caleg perempuan nomor 5 dari PKS untuk DPRD DKI dari daerah pemilihan Jakarta Selatan. Selain itu ada juga seorang yang sudah tidak asing lagi bagi warga kecamatan Pancoran, yaitu Sdr. Ahmad Sahal adalah seorang caleg nomor 15 dari PKS untuk DPRD DKI daerah pemilihan Jakarta Selatan yang memang asli orang Pancoran. Bahkan Ahmad Sahal dengan percaya diri mendatangi sekumpulan warga yang sedang nongkrong - nongkrong di pos jaga Rawajati saat hujan gerimis.
Aksi ini dipimpin oleh sdr. Gerhard untuk wilayah Kalibata dan sdr. Lukman untuk Rawajati. Walaupun hujan gerimis menyertai sepanjang aksi mereka di sore itu, tidak menyurutkan semangat para kader untuk melakukan aksi jaring aspirasi ini. Sampai – sampai ada beberapa kader yang melakukan aksinya sampai jam tujuh malam. Alhamdulillah hasil jaring aspirasi sore itu, terkunjungi 143 rumah untuk wilayah RW10 Kalibata dan 124 rumah untuk wilayah Rawajati.
www.pks-dpcpancoran.blogspot.com
Diposkan oleh PKS Pancoran di 09:00
Label: akhmad faradis, jaring aspirasi, kalibata resindence, PKS, Rawajati

Read more...

1. Abdul Ghofar Hasan, SEI

>> Sabtu, 28 Februari 2009




Ustadz kelahiran Lamongan 1965 ini, bersama keluarganya tinggal di Kelurahan Rangkapan Jaya Lama. Sarjana Ekonomi Islam ini merupakan Ketua Dewan Syariah Daerah PKS Kota Depok. Perhatiannya kepada masyarakat mendorongnya untuk mendirikan Yayasan Sosial Uswatul Ummah. Bapak empat orang anak ini juga seorang manager dan konsultan dalam kegiatan ke-Islaman di berbagai instansi pemerintah maupun swasta di Jakarta.

Read more...

PROFIL SAHABAT PKS



H. Adriyana Wira Santana, SE saat ini menjalankan amanah sebagai Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, di komisi C Bidang Pembangunan dan Panitia Anggaran, tinggal bersama istri dan lima anaknya di Kampung Pulo Rt.02 Rw.08, No.28, kel.Rangkepan Jaya, kec.Pancoran Mas, Depok.

Kiprah di DPRD Depok diharapkan menjadi sarana ibadah dan dakwah serta turut berkontribusi dalam mewujudkan Depok sebagai kota yang lebih nyaman untuk dihuni (liveable city), Adil-Sejahtera dan Bermartabat.

Sebelum menjadi anggota DPRD, alumni SMAN 8 Jakarta angkatan 88 ini aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, sosial dan dakwah, antara lain; Himpunan Mahasiswa Akuntansi PAAP FE-UNPAD, Kaderisasi Keluarga Remaja Islam Masjid Salman-ITB, Ketua Panitia Ramadhan di Kampus UNPAD, Lembaga Ekonomi Teknologi Manajemen Industri atau LETMI-Islam, dll.

Dalam karir profesionalnya antara lain pernah bekerja sebagai; Account Officer Bank Syariah Baiturridha Cimahi, Manajer Operasional Bank Syariah Inti Raqqat Ciputat, Dosen Mata Kuliah Akuntansi Perbankan pada SBI (Shariah Banking Institute - Ciputat), Manajer Keuangan pada PT Karya Saba Bersaudara Jakarta, Dosen Mata Kuliah Manajemen pada SEBI (Shariah Banking & Economic Institute - Ciputat) dan General Affair pada MQ Tours & Travel Jakarta.

Pada saat pendirian Partai Keadilan, H. Adriyana Wira Santana, SE juga aktif sebagai ketua Dewan Pimpinan Ranting (DPRa) PK kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok, periode 1999-2001. Kemudian menjadi Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PK Kota Depok sejak tahun 2001-2003, dilanjutkan dengan Bendahara DPD PKS Kota Depok sejak 2003 sampai terpilih menjadi anggota DPRD di tahun 2004.

Di antara kiprah sebagai anggota DPRD Depok periode 2004-2009 ini, H. Adriyana Wira Santana, SE, antara lain dipercaya sebagai:

· Ketua Pansus Raperda Bangunan dan Retribusi IMB.

· Ketua Pansus Raperda Revisi Peraturan Tata Tertib DPRD.

· Ketua Pansus Raperda Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.

· Ketua Pansus Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah.

· Ketua Pansus Raperda Penyertaan Modal Daerah pada Bank Jabar.

· Sekretaris Pansus Legislasi penyusunan Program Legislasi Daerah.

· Anggota Pansus Raperda Rencana Jangka Menengah Daerah kota Depok.

· Anggota Pansus Raperda Rencana Jangka Panjang Daerah kota Depok.

· Anggota Pansus Raperda Revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah kota Depok.

· Anggota Pansus Raperda Pemekaran Kecamatan.

Selain itu, H. Adriyana Wira Santana, SE, juga aktif sebagai nara sumber pada berbagai kegiatan di pemda, forum warga, LSM, dsb. antara lain:

· Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan, Kecamatan & Kota.

· Focus Group Discussion (FGD) di berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pemda Depok.

· Diskusi Perumusan Isu Strategis Kota Depok di Bapeda kota Depok.

· Program advokasi Anggaran untuk Situ (Danau) di Kota Depok oleh Lembaga Swadaya Masyarakat bekerjasama dengan Local Government Support Program (LGSP) – USAID.

· Sosialisasi APBD pada berbagai forum pertemuan pemda dan kemasyarakatan.

· Dialog dalam Forum Warga seperti di IKAWADES kelurahan Rangkapan Jaya

· Dialog di Rumah Aspirasi Madani di beberapa kelurahan sekecamatan Pancoran Mas.

Berbagai aspirasi warga Depok yang telah diperjuangkan melalui advokasi dan pendampingan H. Adriyana Wira Santana, SE ini antara lain berupa:

· Berbagai usulan pembangunan jalan, saluran air, irigasi di kecamatan Pancoran Mas, Depok.

· Berbagai proposal pembangunan jalan lingkungan, rumah tak layak huni, posyandu, majlis ta’lim, musholla, masjid, pesantren, sekolah, madrasah, di kecamatan Pancoran Mas, Depok.

· Pembangunan Puskesmas Pembantu di kelurahan Bojong Pondok Terong

· Pendampingan kegiatan Pokja Situ Asih Pulo, kelurahan Rangkapan Jaya, yang meraih prestasi sebagai Pokja Situ terbaik sekota Depok.

Komentar Tokoh:

Kosasih Rachmat

Ketua Forum Warga Ikawades

Jujur harus diakui, baru kali ini Ikawades (ikatan warga dan aparat desa) kelurahan Rangkepan Jaya ini selalu di hadiri oleh Warga yang menjadi aleg, H. Adriyana Wira Santana, SE., dimana yang bersangkutan mau mendengar keluhan serta uneg-uneg warga yang diwakili para pengurus RT & RW se Kelurahan Rangkepanjaya, serta secara spontan langsung menindaklanjutinya. Betul-betul kami merasa punya wakil.

Mahmudin Sudin

Ketua Pokja Setu Asih Pulo

Alhamdulillah, sejak H. Adriyana Wira Santana, SE mjd anggota DPRD Kota Depok, terasa betul manfaat bagi kami pengurus POKJA Setu Asih Pulo, dalam memberikan motivasi, pengarahan, mendayagunakan potensi masyarakat & pemuda dlm mengembalikan fungsi setu sbg konservasi sumberdaya air dan menjadikan setu asih pulo sebagai tempat pariwisata keluarga yg dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar setu.

Dan melalui beliau pula kami dpt berkomunikasi dgn pejabat pemerintah sampai tingkat propinsi. Dan pokja setu asih pulo bukan hanya sekedar mendapat juara 1 dan 2 lomba kinerja POKJA Setu se Kota Depok tahun 2007 dan 2008, tapi juga mendapat penghargaan Gubernur Jawa Barat sebagai ketua POKJA berprestasi tingkat Jawa Barat pada tahun 2008.

Selain itu beliau juga dengan cepat merespon setiap aspirasi warga kp. pulo khususnya Rw 08. Kami merasa benar-benar tersalurkan aspirasi kami.

Terima kasih, saya berdoa semoga beliau terpilih sebagai anggota DPRD pada pemilu 2009 ini. amin.

Read more...

Bakti Sosial DPD PKS Medan


Wujud kepedulian pks terhadap masyarakat sesuai dengan visi nya bersih peduli dan profesional, maka dpd kerap melakukan bakti sosial dalam bentuk pengobatan gratis kepada masyarakat yang kurang mampu. jum’at dan sabtu 24-25/7 dpd pks medan mengadakan operasi katarak gratis bagi masyarakat yang kurang mampu. operasi diadakan di klinik m77 jl.sei mencirim medan baru dimulai sejak pukul 8 pagi hingga pukul 18.00 wib. peserta yang mengikuti operasi gratis ini berjumlah 60 orang berasal dari utusan setiap kecamatan di kota medan dan dioperasi oleh Dr.Emir Elnewi,SPM
ernawati ginting SApt, selaku ketua bidang kesra dpd pks kota medan mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk membuktikan kepada msayarakat bahwa pks memang dengan motto nya yaitu bersih peduli dan profesional, jadi ini adalah salah satu bentuk kepedulian pks kepada masyarakat terutama dalam bidang kesehatan. dan dihaharapkan dengan acara ini dapat meningkatkan drajat kesehatan masyarakat dan juga meningkatkan kepercayaan masyarakat tentang komitmen dari pks.
Kegiatan pengobatan gratis ini lebih dikonsenkan kepada pelayanan kesehatan yang sifatnya spesifik, kalau melakukan baksos seperti pengobatan gratis untuk penyakit umum pemko sudah melakukan kegiatan yang sama. maka disini pks lebih konsentrasi kepada pelayanan yang sifatnya spesifik, seperti pengobatan katarak, papsmear,pemeriksaan kadar gula darah, dan kolesterol.

Read more...

Silaturrahim JK ke PKS




Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla datang ke DPP PKS Kamis (26/02) malam untuk bersilaturrahim dengan pimpinan PKS. JK bersama Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Presiden PKS Tifatul Sembiring menjadi pembicara dalam diskusi politik pekanan yang bertajuk "Ke Arah Mana Koalisi Parpol Pasca Pemilu 2009?" Pertemuan selama satu setengah jam ini berlangsung hangat.

Read more...

Tebar Benih, Berdoa, Dan Terimalah Taqdir

Tidak ada makhluk melata di muka bumi ini kecuali jatah penghidupannya telah dijamin Allah (Hud: 6). Terlebih lagi manusia dengan kapasitasnya sebagai pemakmur bumi dan makhluk paling mulia. Yang demikian itu agar kehidupan ini senantiasa berjalan seperti yang dikehendaki Sang Pencipta. Meski demikian, jatah rezki itu tidak serta-serta mendatangi makhluk tersebut tanpa ada upaya untuk meraihnya. Maka berupaya untuk mendapatkan jatah penghidupannya menjadi suatu keniscayaan. Perlu ada upaya dan sebab meraih bagian itu. Jika ingin mendapatkan ikan, perlu menebar jala atau memasang kail.

Dalam Islam, kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari sejumlah ibadah yang dipersembahkan kepada Allah. Seberapa hitam tanda di keningnya karena lama dan seringnya bersujud. Dan seberapa lama ia berdiam di pojok masjid dengan tasbih yang dimainkan oleh jemarinya dan mulut yang tak henti-henti mengumumkan kalimat-kalimat pujian kepada Sang Pencipta. Seseorang berupaya mendapatkan jatah rezki itu termasuk perbuatan mulia. Semakin berat seseorang berupaya, semakin mulia dia dan semakin disukai Allah. Yang paling penting dalam hal ini adalah proses mendapatkannya. Sebaliknya, bermalas-malasan dalam mengoptimalkan potensi demi mendapatkan karunia Allah tersebut adalah perbuatan hina dan tidak disukai Allah.

Kemuliaan Berusaha
Al-Qur’an dan hadits Nabi banyak menyampaikan anjuran bahkan pujian bagi orang yang berusaha mendapatkan rezki.
Allah berfirman, “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Al-Jum’ah: 10).

“Inilah konsep tawazun yang ditegaskan oleh manhaj Islam. Tawazun di antara tuntutan hidup di muka bumi ini. Di antara kerja, aktivitas, upaya, dan mencari nafkah pada suatu saat dan pada saat yang lain mengisolasi ruh dan hati dari semua kesibukan itu dalam kekhusyukan dzikir kepada Allah…” demikian Penulis tafsir “Fii Zhilalil Qur’an”, Sayyid Quthb, mengomentari ayat tersebut. (Fii Zhilalil Qur’an)

Jika seseorang dapat menghidupi dirinya sendiri dan tanpa menggantungkannya kepada orang lain. Apatah lagi melalui usahanya banyak orang bergantung kepadanya. sabda Rasulullah saw.,

عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ الْمِقْدَامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
Khalid bin Ma’dan meriwayatkan dari Miqdam ra. dan dari Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Tidak ada seorang yang memakan makanan yang lebih baik daripada seseorang yang makan dari hasil kerja tangannya sendiri. Dan nabi Daud as. makan dari hasil kerja tangannya.” (Bukhari).

Bisa jadi seseorang dianggap hina oleh kaca mata dunia karena profesinya, namun sesungguhnya menurut parameter akhirat ia sangat mulia, bahkan lebih mulia ketimbang mereka yang memiliki status sosial tinggi karena melimpahnya kekayaan bumi namun bukan dari perasan peluhnya sendiri. Rasulullah membandingkan kemuliaan orang yang mencari kayu bakar dengan yang hanya meminta-minta kepada manusia. Tentu saja jika sebuah usaha dibingkai dengan bingkai ibadah kepada Allah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ ثُمَّ يَغْدُوَ أَحْسِبُهُ قَالَ إِلَى الْجَبَلِ فَيَحْتَطِبَ فَيَبِيعَ فَيَأْكُلَ وَيَتَصَدَّقَ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ
“Sekiranya salah seorang di antara kalian mengambil talinya lalu berangkat (perawi: saya kira beliau mengatakan) ke gunung kemudian mengumpulkan kayu bakar lalu menjualnya dan memakan (dari hasilnya) serta menyedekahkannya, itu lebih baik daripada ia meminta-minta orang.” (Bukhari).

Abu Hamid Al-Ghazi menyebutkan dalam Ihya’-nya, bahwa Rasulullah pernah duduk-duduk bersama para sahabatnya pada suatu hari. Tiba-tiba mereka melihat seorang pemuda yang berkulit kasar dan kuat. Pagi-pagi ia bekerja. Mereka (para sahabat) berkomentar, “Sayang sekali orang ini, kalau saja masa mudanya dan kekerasan tubuhnya itu berada di jalan Allah.” Rasulullah bersabda, “Jangan berkata seperti itu, sebab jika ia berusaha untuk menjaga dirinya agar tidak meminta-minta serta mencukupkan dirinya dari orang lain, maka ia berada di jalan Allah. Atau jika ia bekerja untuk kedua orang tua yang lemah dan keluarga yang lemah untuk membuat mereka kaya dan cukup, maka ia berada di jalan Allah. Namun kalau ia bekerja untuk berbangga diri dan berbanyak-banyak harta, maka ia berada di jalan setan.”

Namun, peran manusia dalam masalah rezki hanya sebatas berusaha dan mengoptimalkan potensi yang Allah berikan kepadanya. Menggerakkan semua kemampuan dan menjadikan pengalaman sebagai bekal untuk menghadapi liku-liku di dunia usahanya. Menyusun strategi yang baik dan menutupi berbagai kekurangan yang mungkin menjadi kendala. Juga mengevaluasi kinerja yang mungkin menjadi penyebab kegagalan.

Hasil dari usahanya tidak dapat dipastikan dengan kalkulasi manusiawinya. Itu merupakan hak prerogatif Allah yang memberikan jatah kepada masing-masing hamba. Dan selalu ada hikmah di balik setiap kuantitas jatah itu. Hal ini sangat terkait dengan kedudukan harta benda sebagai ujian. Diberikan dan ditahannya harta kepada seseorang pasti demi kebaikan hamba tersebut. Barangkali seseorang, karena ketidaktahuannya, mengira bahwa dirinya layak mendapatkan jatah lebih dari orang lain. Namun Allah yang lebih tahu tentang hamba-Nya lebih tahu pula seberapa banyak jatah yang dibutuhkan masing-masing hamba.

Perlu digaris-bawahi di sini, bahwa persoalan jatah adalah perkara gaib dan manusia tidak dibebankan untuk mengetahui sebelum jatah itu benar-benar berada dalam genggaman tangannya. Maka manusia diberi kebebasan untuk memasang target dunia yang ingin digapainya dan diberi keleluasaan berupaya mengejar target itu, tentu saja dengan cara dan etika yang telah ditetapkan panduannya oleh syariah.

Karena kegaiban hasil dari sebuah usaha itulah seorang hamba wajib berharap dan berdoa kepada Allah. Tidak layak baginya untuk menyandarkan hasil kepada jerih payahnya semata. Betapa banyak manusia menetapkan strategi untuk mencapai target yang telah ditetapkannya, namun tangan-tangan taqdir menghalanginya sehingga ia terhalang untuk mencapai target tersebut.

Sebagai implementasi dari surat Al-Jumuah ayat 10 tadi, seorang sahabat Nabi saw., ‘Arak bin Malik ra, setiap kali usai shalat Jum’at, ia keluar dan berhenti di pintu masjid seraya berdoa, “Ya Allah, aku telah menyambut seruan-Mu, shalat melaksanakan kewajiban-Mu, lalu aku menyebar sebagaimana perintah-Mu. Maka berilah rezki dari karunia-Mu karena Engkaulah sebaik-baik pemberi rezki.” (Ibnu Katsir).

Doa setelah atau ketika bekerja adalah representasi seorang hamba terhadap keterbatasan dirinya sekaligus pengakuannya akan kekuasaan Rabbnya. Sebagai bentuk pengesaan Rububiyah Allah. Bahwa Allah-lah Zat yang memberi rezki. Di tangan-Nya segala kebaikan. Allah berhak memberikannya kepada siapa yang dikehendaki dan menahannya dari siapa yang dikehendaki.

Doa dan Taqdir
Mungkin ada terusik oleh sebuah pertanyaan, apakah doa yang dipanjatkan seseorang ketika ia bekerja akan mengubah jatah rezkinya yang merupakan taqdir dari Allah?

Di kitabnya, Ad-Daa’ wa Ad-Dawa’, Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah menjawab, “Taqdir itu ditentukan Allah melalui beberapa sebab. Dan di antara sebabnya adalah doa. Allah tidak mentaqdirkan sesuatu tanpa sebab. Allah juga menentukan sebab itu. Manakala seorang hamba melakukan sebab itu, maka taqdir itu pun terjadi. Seperti halnya taqdir kenyang dan hilangnya dahaga dengan makan dan minum. Taqdir lahirnya seorang anak melalui proses perkawinan. Taqdir makan daging binatang dengan menyembalihnya terlebih dahulu. Termasuk taqdir masuk surga dengan amal perbuatan dan masuk neraka dengan amal perbuatan. Maka, doa merupakan sebab paling penting untuk menggapai taqdir.”

Doa adalah ibadah yang disyariatkan Allah kepada hamba agar dalam berinteraksi dengan Allah, perasaan harap dan keinginan kuat untuk mendapatkan apa yang diinginkannya tertancap di dalam dirinya. Dan jika seseorang mempunyai keinginan kuat untuk mendapatkan dambaannya serta takut kehilangan dambaan tersebut, tentu hal itu akan semakin menggerakkannya untuk berbuat dan mengoptimalkan usahanya.

Hasil yang dicapai tidak selamanya berbanding luruh dengan usaha. Dan keimanan seseorang kepada taqdir membuatnya menerima hasil dari semua usahanya, baik sesuai dengan keinginannya atau tidak.

Keimanan kepada taqdir yang berlaku bagi dirinya setelah melakukan ikhtiar manusiawi adalah puncak keimanan. Kebaikan dan keburukan yang menimpa tidak membuatnya berpaling dari menempuh jalan positif menuju kebaikan. Memilih taqdir baik adalah bagian dari ikhtiar yang dianjurkan dalam Islam.

Suatu ketika Umar bin Khatthab menginstruksikan pasukannya yang sedang melaksanakan operasi militer agar berpindah dari tempat yang diindikasikan terkena epidemi kolera menuju tempat lain. Salah seorang pasukan berkomentar, “Apakah Anda ingin berlari dari taqdir Allah, wahai Umar?” Khalifah kedua ini menjawab, “Ya, kita berlari dari taqdir Allah menuju taqdir Allah.”

Sangat sejalan dengan apa yang dianjurkan Rasulullah saw.,

عَنْ عِمْرَانَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فِيمَا يَعْمَلُ الْعَامِلُونَ قَالَ كُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ
Imran bertanya, “Ya Rasulullah, untuk orang-orang beramal?” Beliau menjawab, ‘Masing-masing orang akan dipermudah menuju taqdirnya.” (Muttafaq Alaihi)

Ali ra. berkata, “Sesungguhnya salah seorang di antara kalian tidak bersih keimanan di dalam hatinya sampai dia yakin seyakin yakinnya dan tidak ragu sedikit pun, bahwa apa yang menimpa dirinya bukan karena kesalahan yang dilakukannya dan kesalahan yang dilakukan tidak menyebabkannya tertimpa musibah serta meyakini semua takdir yang terjadi.”

Dus, ketika benih telah disemai, air telah disiramkan, pupuk telah ditebar, berdoalah. Lalu apapun yang dihasilkan, terimalah dengan penuh ketulusan sebagai karunia Zat yang mengeluarkan buah dari bunganya. Wallahu A’lam

Read more...

Hidup dan Keimanan

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a, ia berkata bahwa Rasulullah saw. telah menceritakan kepada kami dan beliau adalah orang yang paling benar dan dibenarkan perkataannya, “Sesungguhnya sebagian kalian dikumpulkan bahan ciptaannya di rahim ibunya 40 hari dalam bentuk nuthfah. Kemudian menjadi ‘alaqah dalam masa yang sama (40 hari), kemudian menjadi mudghah dalam masa yang sama (40 hari). Kemudian Allah mengutus malaikat kepada ciptaan itu, lalu malaikat meniupkan ruh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menuliskan empat ketetapan; Ketetapan rezki; Amal perbuatannya; Ajal usianya; Dan nasibnya di akhirat, sengsara (penghuni neraka) atau bahagia (penghuni surga). Demi Zat yang tidak ada Tuhan selain-Nya, sesungguhnya ada salah seorang dari kalian yang melakukan perbuatan penghuni surga hingga antara jarak antara dia dengan surga sejauh satu hasta, lalu catatan takdirnya yang lebih dulu telah menggariskan hingga ia melakukan perbuatan penghuni neraka dan (akhirnya) ia masuk ke dalam neraka. Dan sesungguhnya ada orang yang melakukan perbuatan penghuni neraka hingga jarak antara dia dengan neraka sejauh satu hasta, lalu catatan takdirnya yang lebih dulu telah menggariskan, hingga ia melakukan perbuatan penghuni surga dan (akhirnya) ia masuk ke dalam surga. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bunyi hadits di atas adalah:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بنِ مَسعُود رَضِى اللهُ عَنهُ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَوَالَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا (رواه البخاري ومسلم)
Tentang Hadits

Hadits ini adalah salah satu hadits yang disepakati keshahihannya oleh Imam hadits, Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa Al-A’masy telah menceritakan kepada Abu Bakar bin Abu Syaibah, Abu Mu’awiyah, Waki’, Muhammad bin Abdullah bin Numair Al-Hamdani dari Zaid bin Wahab dari Abdullah bin Mas’ud r.a.

Telah diriwayatkan bahwa Muhammad bin Yazid Al-Ashfathi bermimpi bertemu Nabi saw, lalu ia bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah riwayat Abdullah bin Mas’ud yang ia ceritakan dari Engkau bahwa ia berkata, “Rasulullah telah menceritakan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan perkataannya, memang demikian? Rasulullah menjawab, “Demi Zat yang tidak ada Tuhan selain Dia, sungguh aku telah menceritakan hadits itu kepadanya”. Kalimat itu diulangnya tiga kali, lalu ia berdoa, “Semoga Allah mengampuni Al-A’masy sebagaimana ia menceritakan hadits ini dan semoga Allah mengampuni orang sebelum Al-A’masy yang menceritakan hadits ini dan juga orang yang menceritakan hadits ini setelah Al-A’masy.

Seperti disebutkan dalam hadits bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, maka menyampaikan hadits atau ilmu agama kepada manusia termasuk memberikan manfaat kepada orang lain. Dengan ilmu agama, orang akan mengetahui hal-hal yang ia perlukan dalam mengarungi kehidupan.

Perawi memberikan penekanan dengan ungkapan وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ (Dialah yang benar dan dibenarkan perkataannya) karena memang yang akan disampaikan atau yang akan diriwayatkan ini adalah perkara yang tidak atau belum diketahui manusia, terutama pada masa setelah masa Rasulullah saw, yaitu perihal proses penciptaan manusia.

Dunia kedokteran baru-baru saja mengetahui bahwa proses penciptaan manusia terjadi sama seperti yang diceritakan oleh Rasulullah saw, 15 abad yang lalu ketika manusia atau tabib belum mengetahui pasti proses penciptaan manusia.

Di Antara Pelajaran Dari Hadits

Pelajaran pertama; Matan hadits ini diawali dengan penegasan parsial yang tidak menyeluruh, yaitu إِنَّ أَحَدَكُمْ (Sesungguhnya salah seorang kalian). Ungkapan ini adalah ungkapan yang sangat bijak dari Rasulullah saw, dan ungkapan yang komitmen dengan ilmu yang dimilikinya. Ungkapan ini menegaskan bahwa sebagian manusia diciptakan Allah dengan proses yang disebutkan di dalam hadits dan sebagian lainnya Allah sendiri yang menciptakannya.

Proses penciptaan Adam dan Hawa tidaklah sama dengan proses penciptaan anak keturunannya. Nabi Adam diciptakan langsung oleh Allah seperti yang diceritakan di dalam Al-Qur’an surat Al-Hijr ayat 28-29:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

Juga di dalam surat Shad ayat 71-72, Allah menegaskan:

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.

Tidak seperti proses penciptaan anak keturunan Adam, nabi Adam diciptakan Allah dari tanah atau tanah liat atau lumpur hitam seperti disebutkan dalam ayat-ayat di atas dan kemudian Allah menyempurnakannya, lalu Allah juga yang meniupkan ruh ke dalam jasad Adam a.s.

Karena itu ada beberapa ungkapan di dalam Al-Qur’an atau Hadits yang menggunakan bentuk jamak untuk beberapa perbuatan rabb, seperti “لَقَدْ خَلَقْنَا الإِنسَانَ فِي كَبَدٍ” atau “لَقَدْ خَلَقْنَا الإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ”. Kata “خَلَقْنَا” (Kami telah menciptakan) mengisyaratkan bentuk jamak subyek suatu perbuatan.

Jika kita teliti dengan seksama, maka secara aqidah pernyataan ini tidak bertentangan dengan aqidah tauhid. Allah menggunakan bentuk jamak dalam beberapa perbuatan-Nya di dalam Al-Qur’an, karena tindakan tersebut secara proses diwakilkan kepada tentara dan pembantu Allah, yaitu malaikat-Nya yang telah diberikan tugas khusus. Malaikat akan melakukan apa saja sesuai perintah Allah, “Wa yaf’aluuna maa yu-maruun”.

Dalam proses penciptaan manusia, seperti disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa tiap fase penciptaan 40 harian itu, Allah mewakilkannya kepada malaikat untuk menyempurnakan proses, hingga pada 40 hari yang ketiga Allah mengutus malaikat yang akan meniupkan ruh ke dalam jasad manusia dan mencatat empat ketetapan Allah dari Lauhil Mahfuzh, ketetapan rezki, amal perbuatan, usia dan nasibnya di akhirat. Dengan demikian, maka ungkapan khalaqnaa sangat tepat untuk menunjukkan bahwa dalam proses penciptaan manusia, Allah kuasa untuk mewakilkannya kepada malaikat-Nya. Itulah kekuasaan Allah. Allah mampu menciptakan manusia tanpa diwakilkan dan mampu pula menciptakan manusia melalui perwakilan-Nya. Sungguh Allah Maha Berkuasa dalam segala sesuatu.

Hadits ini juga membuktikan akan kebenaran ajaran Islam, karena sebelum dunia kedokteran mengetahui proses penciptaan manusia, Allah telah mengabarkan manusia melalui lisan nabi Muhammad saw.

Pelajaran Kedua; Manusia tidak tahu apa-apa dengan nasib orang lain. Ada yang sejak muda hingga dewasa dikenal masyarakat sebagai orang baik, orang shalih, ternyata di sisi Allah dia termasuk penghuni neraka. Ia menutup usianya dengan perbuatan penghuni neraka hingga ia termasuk penghuni neraka.

Ungkapan فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا dan فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا disebutkan dalam riwayat lain dengan ungkapan فَيُختَمُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا (kemudian ia tutup dengan perbuatan penghuni neraka dan ia masuk ke dalam neraka) menunjukkan bahwa kebaikan itu akan kekal dengan keikhlasan, sebagaimana pahala amal shalih akan langgeng, tidak berkurang jika tetap dijaga keikhlasan, sebelum berbuat, saat berbuat dan setelah berbuat.

Jika seseorang hanya ikhlas ketika akan berbuat, maka belum ada jaminan pahala yang ia dapatkan akan sempurna, karena bisa saja ia merusak keikhlasan itu dengan riya, dengan kata-kata yang menyakiti orang lain yang kita bantu atau lain perbuatan yang bisa merusak pahala amal.

Karena itulah ada orang yang dikenal masyarakat sebagai orang baik, tetapi di sisi Allah ia hanyalah orang yang mengharapkan pujian manusia.

Sebaliknya ada juga orang yang sulit berbuat baik, karena lingkungan atau sebab lain sehingga masyarakat memvonis dan memberi cap kepadanya sebagai orang tidak baik atau orang jahat. Tetapi siapa yang tahu takdir orang, kalau ternyata Allah justru telah menetapkan dia sebagai penghuni surga, maka ia pasti akan menemukan saat dan tempat yang tepat untuk bertobat dan berbuat baik hingga Allah menjemput ajalnya.

Kekuasaan Allah tidak sama dengan kuasanya manusia, maka takdir dan ketetapan Allah itu adalah salah satu bukti kekuasaan Allah seperti yang ditegaskan oleh Imam Ahmad ketika salah seorang muridnya bertanya kepadanya tentang takdir dan beliau menjawab bahwa takdir itu adalah bukti kekuasaan Allah.

Jika manusia mengetahui sesuatu setelah kejadian, maka Allah Maha Mengetahui tentang segala kejadian. Sebelum, saat dan setelah kejadian Allah Maha Mengetahui. Pengetahuan Allah tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Kekuasaan Allah tidak dibatasi oleh dimensi apapun. Berbeda dengan manusia yang serba terbatas. Dibatasi dimensi waktu, sehingga kejadian esok tidaklah diketahuinya kecuali ketika saatnya tiba. Manusia juga dibatasi oleh dimensi ruang, kejadian di Jakarta tidak akan diketahuinya ketika ia berada tidak pada tempat kejadian. Atau kalau sekarang dunia sudah modern, maka masih banyak lagi kejadian yang berdimensi ruang dan waktu yang tidak diketahui oleh manusia. Itulah keterbatasan manusia.

Allah berbeda dengan makhluk-Nya. Allah Maha Berkuasa. Kuasa menetapkan, kuasa membagi penghuni surga dan penghuni neraka. Semua makhluk adalah milik Allah. Dia tidak akan ditanya atas segala tindakan-Nya. Manusialah yang akan ditanya segala perbuatannya di sisi Allah. Meskipun Allah tidak akan ditanya segala perbuatannya, tetapi Allah sangat menepati segala janji-Nya. Allah berjanji akan memasukkan orang yang berbuat baik dan beramal shalih ke dalam surga. Allah berjanji akan mengampuni orang yang bertobat sebelum ajal sampai di tenggorokan. Allah akan menyiksa orang yang berbuat dosa, meskipun Allah juga bisa mengampuni mereka dan memasukkannya ke dalam surga.

Pelajaran Ketiga; Hal penting yang perlu ditekankan dan ditegaskan adalah perkara rezki. Allah berjanji akan memberikan rezki kepada siapa saja makhluk-Nya di muka bumi. Dalam surat Hud ayat 6 disebutkan, “Wamaa min daabbatin fil ardhi illaa ‘alallaahi rizquhaa wa ya’lamu mustaqqahaa wamustauda’ahaa” (Dan tidak ada makhluk hidup di muka bumi ini, kecuali Allah yang akan memberikan rezkinya. Dan Dia mengetahui tempat berdiamnya dan tempat penyimpanannya).

Kalau kita cermati, kita tidak akan cepat menyalahkan takdir atau menyalahkan Allah, ketika kita disempitkan rezki oleh Allah. Pemberian rezki bukanlah ukuran sayangnya Allah kepada manusia, karena semua makhluk pasti akan diberikan rezki. Kita tidak boleh berbangga dengan limpahan rezki dan tidak boleh berkecil hati dengan rezki yang pas-pasan. Tiap manusia mempunyai jatah rezki yang berbeda dengan jatah orang lain.

Orang lain tidak akan bisa merebut rezki orang lain. Inilah ungkapan puncak ma’rifah kepada kekuasaan Allah seperti yang diungkapkan oleh Imam Hasan Al-Bashri ketika ditanya oleh muridnya, “Wahai guruku, apa rahasia zuhud baginda?” Kemudian Syeikh memberikan 4 rahasia dan salah satu rahasianya adalah ‘alimtu anna rezqii laa ya-khudz ghairii fatma-annat qalbii (aku tahu bahwa rezkiku tidak akan diambil oleh orang lain, maka hatiku menjadi tenang).

Ketenangan mengarungi kehidupan adalah modal untuk sampai kepada tujuan. Hati yang tenang akan banyak menyelesaikan permasalahan. Ketenangan tidak akan datang dengan sendiri. Ketenangan adalah puncak dari keimanan dan ingat kepada Allah. Iman yang didasari ma’rifah dan ingat akan kehambaannya di sisi Allah Taala.

Ingatlah bahwa hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang. Wallahu a’lam

Read more...

Jadilah Seperti Lebah

Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peran dan tugas apa pun yang dia emban akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”


Kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera membutuhkan manusia-manusia seperti itu. Menjadi apa pun, ia akan menjadi yang terbaik; apa pun peran dan fungsinya maka segala yang ia lakukan adalah hal-hal yang membuat orang lain, lingkungannya menjadi bahagia dan sejahtera.

Nah, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah. Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, “Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)

Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan seorang mukmin, seperti berikut ini:

Hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.

Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat jauh berbeda dengan lalat. Serangga yang terakhir amat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu atau nektar.

Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 168)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf: 157)

Karenanya, jika ia mendapatkan amanah dia akan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan melakukan korupsi, pencurian, penyalahgunaan wewenang, manipulasi, penipuan, dan dusta. Sebab, segala kekayaan hasil perbuatan-perbuatan tadi adalah merupakan khabaits (kebusukan).

Mengeluarkan yang bersih.

Siapa yang tidak kenal madu lebah. Semuanya tahu bahwa madu mempunyai khasiat untuk kesehatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Dia produktif dengan kebaikan, bahkan dari organ tubuh yang pada binatang lain hanya melahirkan sesuatu yang menjijikan. Belakangan, ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan: liurnya!

Seorang mukmin adalah orang yang produktif dengan kebajikan. “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.

Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.

Tidak pernah merusak

Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merusak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun: baik material maupun nonmaterial. Bahkan dia selalu melakukan perbaikan-perbaikan terhadap yang dilakukan orang lain dengan cara-cara yang tepat. Dia melakukan perbaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu. Jika kerusakan terjadi akibat korupsi, ia memberantasnya dengan menjauhi perilaku buruk itu dan mengajukan koruptor ke pengadilan.


Bekerja keras

Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras? “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)

Kerja keras dan semangat pantang kendur itu lebih dituntut lagi dalam upaya menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang banyak yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya “dirugikan” dalam upaya penegakkan keadilan.

Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan

Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)


Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu

Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.

Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl. Allahu a’lam. []

Read more...

Rasa Manis Sebuah Keimanan

Dari Anas bin Malik r.a. dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Tiga sifat yang jika dimiliki orang akan mendapatkan manisnya iman; Orang yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari yang lain; Orang yang mencintai seseorang semata karena Allah; Dan orang yang tidak suka kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya seperti ia tidak suka dilemparkan ke dalam kobaran api.” (H.R. Bukhari-Muslim)

Hadits ini diriwayatkan oleh dua Imam besar, Imam Bukhari dan Imam Muslim. Teks hadits diambil dari kitab Shahih Bukhari. Selain dua imam ini, hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad. Hadits di atas berbunyi:

عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ اْلإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ- متفق عليه
مَنْ كُنَّ فِيهِ, yakni orang yang memiliki tiga sifat tersebut.

وَجَدَ بِهِنَّ, yakni dengan sebab sifat tersebut ia akan mendapatkan.

حَلاَوَةَ اْلإِيمَانِ, yakni manis iman, bukan manis gula atau madu, tetapi sesuatu yang paling manis di antara yang manis. Rasa manis yang dirasakan manusia pada dadanya, pada hatinya. Suatu kelezatan yang tidak ada bandingnya, ia mendapatkan rasa lega pada hatinya, rasa ingin melakukan kebaikan, rasa suka dan cinta kepada orang-orang baik. Rasa manis yang hanya dapat diketahui hakikatnya oleh orang yang telah merasakannya setelah lama tidak mendapatkan rasa manis itu.

أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا , yakni orang yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selain keduanya. Dalam hadits tidak digunakan ta’bir, ungkapan ثم رسوله karena kecintaan kepada Rasulullah saw mengikut kecintaannya kepada Allah. Manusia akan mencintai Allah sebesar manusia itu mencintai Allah. Ketika kecintaannya kepada Allah bertambah, maka bertambah pula kecintaannya kepada Rasulullah saw. Kecintaan kepada Rasul mengikuti kadar kecintaannya kepada Allah.

Yang patut disayangkan adalah ada sebagian orang yang kecintaannya kepada Rasulullah saw melebihi kecintaannya kepada Allah. Orang seperti ini berarti mencintai Rasulullah saw bersama mencintai Allah. Jika kecintaan kepada Rasulullah saw melebihi kecintaan kepada Allah, maka hal ini termasuk salah satu jenis kemusyrikan, karena menjadikan Rasulullah saw sebagai sekutu dalam kecintaan. Orang ini akan bergetar ketika disebutkan nama Rasulullah saw dan tidak bergetar ketika disebut nama Allah hatinya tidak ada respon dan tidak ada getar.

Karena itulah dalam surat Ali Imran ayat 31 Allah menyebutkan bahwa jika kita benar-benar mencintai Allah, maka kita harus mengikuti Rasulullah saw. sehingga Allah akan mencintai kita. Pusat dan sumber alasan kecintaan kita kepada sesuatu adalah Allah, termasuk juga kecintaan kepada Rasulullah saw.

Dengan kelemahan manusia seperti disebutkan Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 72 bahwa manusia adalah makhluk yang zhalim dan jahil, terkadang manusia lupa dengan cinta yang hakiki. Manusia hidup dalam perburuan cinta palsu, terutama di zaman hedonisme ini. Segala kemajuan materialis sangat meninakbobokan manusia untuk mengenal diri dan penciptanya, apalagi untuk memahami hakikat hidup dan tujuannya. Itulah kondisi masyarakat di negara-negara maju dan di sebagian di negara-negara berkembang.

وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ, yakni orang yang mencintai orang lain karena Allah. Mencintai dan membenci karena Allah. Mencintai orang bukan karena kekerabatan. Juga bukan karena harta dan jabatan atau alasan duniawi semata. Mencintai orang karena Allah. Sama halnya juga dengan membenci seseorang semata karena Allah. Nafsu manusia sering menghalangi kita untuk mencinta dan membenci seseorang karena Allah. Manusia mencintai karena ada sesuatu yang ingin ia dapatkan dari orang tersebut.

Ada sebagian orang yang ketika mendapatkan jasa seseorang akan membuat dia tidak dapat mencinta dan membenci karena Allah. Segala pemberian yang ia terima akan membuat dirinya tidak dapat memposisikan diri apakah harus mencinta atau membenci ketika orang yang pernah menanamkan jasa tersebut bertentangan dengan syariat Allah. Karena itulah seorang dai harus memelihara izzahnya untuk tidak dengan mudah menerima segala pemberian yang membuat ia tidak dapat memberikan nasihat. Kesederhanaan dan kemandirian seorang dai menjadi tuntutan agar ia tetap dapat menyampaikan kebenaran kepada semua orang.

وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ, yakni benci untuk kembali kepada kekafiran setelah kembali kepada Allah sama seperti bencinya dilemparkan ke dalam kobaran api. Orang yang tidak ingin kembali kepada kekafiran setelah mendapatkan hidayah Islam dan petunjuk yang benar. Orang yang telah mendapatkan hidayah Islam kemudian kembali kepada kekafiran dan kemusyrikan disebut dengan murtad. Orang-orang murtad adalah golongan yang boleh diperangi hingga kembali kepada aqidah Islam.

Orang yang dipaksa mengatakan kalimat kekufuran, tetapi hatinya tenang dengan keimanan, maka orang ini tidak termasuk orang yang murtad dari hidayah Islam. Allah berfirman, “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.” (An-Nahl: 106-107)

Sebagaimana manusia mendapatkan hidayah secara bertahap, maka orang yang murtad juga menjadi murtad tentunya dengan suatu tahapan dan proses.

Jika ketiga sifat ini dimiliki oleh seorang muslim, maka ia dapat merasakan manisnya iman. Jika manisnya gula atau madu semua orang dapat merasakannya dan tidak ada yang mengingkari bahwa gula dan madu adalah manis. Tapi ketika kita mendengar kata iman, kita tidak serta merta mengenal bahwa rasa iman itu adalah manis, beda dengan gula dan madu. Karena itulah tidak semua orang yang mengaku beriman merasa bahwa iman itu manis. Karena keimanan orang itu bertingkat-tingkat antara satu orang dengan orang lain, maka tidak semua orang dapat merasakan manisnya iman.

Ketika kita tidak dapat merasakan manisnya iman bukan berarti iman itu tidak manis, tapi kita belum sampai pada tingkat keimanan yang membuat kita merasakan bahwa beriman itu manis dan menyenangkan. Senang beramal saleh. Senang berbuat baik. Senang memberikan kegembiraan kepada orang lain. Senang melihat orang mendapatkan kesenangan. Senang jika masyarakat mengamalkan Islam. Senang jika kemaksiatan ditumpas. Wallahu a’lam.

Read more...

SARAN KEADILAN

  © bintang_keadilan designed by DIARY AKTIVIS@2009:PKS MENANG DA'WAH GEMILANG

Back to TOP